Pariwisata Morea Waai
![]() |
Warga Desa Waai, Maluku Tengah, menganggap ikan ini sebagai penjaga mata air Sungai Waiselaka yang menjadi sumber penghidupan bagi seluruh desa.
tahun lalu, leluhur masyarakat Desa Waai melemparkan sebuah tombak sakti dari pegunungan Salahutu.
Tombak itu tertancap kokoh dan memunculkan satu mata air saat dicabut dari tempatnya tertancap.
Mata air itu bernama Waiselaka dan menjadi tumpuan hidup bagi warga Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah, sampai saat ini. Satu hal yang menarik, bersamaan dengan munculnya mata air Waiselaka itu, muncul pula sosok hewan menyerupai belut dengan ukuran yang sangat besar.
Masyarakat menyebut hewan itu morea.
Selintas, morea tampak seperti belut listrik yang hidup di air asin, namun hewan ini berasal dari sungai air tawar yang terbentuk dari mata air Waiselaka.
Tubuhnya bulat panjang hingga mencapai 2-2.5 meter dengan garis tengah mencapai 15-20 sentimeter.
Seluruh permukaan kulitnya licin dan sedikit berlendir, namun morea bukanlah hewan ganas yang agresif terhadap keberadaan manusia.
Morea yang terdapat di mata air Waiselaka sangat jinak dan sudah mengenal kehidupan manusia.
Mereka sudah terbiasa melintas di tengah-tengah warga Desa Waai yang sedang mencuci baju atau sekedar mandi di sungai Waiselaka.
Warga Desa Waai sangat mengkeramatkan keberadaan morea. Mereka menganggap bahwa morea adalah penjaga mata air Sunga Waiselaka, yang selama ini menjadi sumber penghidupan bagi seluruh warga desa.
Punya :
Roni Jhosua Habibuw


Wow waai itu mempunyai pariwisata morea/belut yah
BalasHapusWow waai itu mempunyai pariwisata morea/belut yah
BalasHapus